Perseroan Terbatas Pertamina Marketing Operation Region IV siap menambah pasokan elpiji bersubsidi tiga kilogram khususnya untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta hingga enam persen dari pasokan normal selama Ramadhan hingga Lebaran 2017.

"Karena ini subsidi dari pemerintah maka kami siapkan enam persen saja," kata Area Manager Communication & Relation Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Andar, rata-rata kebutuhan normal elpiji tiga kilogram (kg) di DIY mencapai 8.265 metrik ton (MT) perhari atau setara dengan 2.755.000 tabung perhari.

Selanjutnya, dengan penambahan enam persen maka pasokan menjadi 8.769 MT perhari atau 2.900.000 tabung perhari.

Agar kebutuhan elpiji masyarakat selalu terpenuhi, ia mengatakan mendekati Lebaran Pertamina MOR IV juga membentuk agen dan pangkalan siaga. 

Di setiap kabupaten dipastikan ada dua agen siaga dan 20 pangkalan siaga yang akan melayani penjualan elpiji masyarakat selama 24 jam.

"Kalau biasanya menjelang Lebaran libur, 20 pangkalan di setiap kabupaten itu akan terus buka selama 24 jam." kata dia.

Selain elpiji tiga kilogram, Pertamina MOR IV juga akan menambah seluruh pasokan elpiji nonsubsidi ke DIY misalnya elpiji 12 kg akan ditingkatkan 12 persen dari 92.000 tabung menjadi 102.000 tabung perhari.

Selain itu, elpiji Bright Gas 12 kg dinaikkan 15 persen dari 14.900 tabung menjadi 17.000 tabung perhari dan elpiji Bright Gas 5,5 kilogram bahkan dinaikkan 70 persen atau dari 7.000 tabung menjadi 12.900 tabung perhari.

Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan, sebab Pertamina akan menambah berapapun jumlah kekuarangan yang dibutuhkan masyarakat.

"Masyarakat di DIY jangan panik dulu jika di wilayah sekitarnya terjadi kekosongan stok. Tidak akan kosong karena Pertamina sudah berkomitmen menjaga ketersediaan elpiji," kata dia.

Terkait antisipasi penjualan elpiji tiga kg melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp15.000 pertabung, menurut Andar, Pertamina hanya mampu mengawasi dan memberikan sanksi khusus untuk agen hingga pangkalan.

Sedangkan penjualan di tingkat pengecer, menurut dia, sudah bukan menjadi kewenangan Pertamina.

"Jika masyarakat menemukan pangkalan yang menjual di atas HET bisa melaporkan ke Pertamina melalui kontak Pertamina di 15000000," kata dia.

 

(sumber:http://www.antarayogya.com)