Harga beras di tingkat pedagang Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram dalam seminggu terakhir, karena ada panen raya di berbagai daerah.

"Satu minggu terakhir ini, harga beras turun Rp100 - Rp200 per kg per hari atau Rp1.500 hingga Rp2.000 dalam satu minggu. Harga beras akan turun lagi pada puncak panen sekitar akhir Maret dan April karena panen raya," kata salah satu pedagang Pasar Wates Srinahati di Kulon Progo, Senin.

Ia mengatakan harga beras medium turun sekitar Rp2.000 dari Rp11.200 per kg turun menjadi Rp9.000 per kg. Beras premium turun Rp1.500 dari Rp12.500 menjadi Rp11.000 per kg. Ia mengaku penurunan harga beras juga diikuti penurunan daya beli masyarakat.

"Omzet penjualan turun sekitar 15 persen per hari. Masyarakat sudah panen sendiri dan pedagang kecil takut beli banyak menghindari kerugian karena harga beras terus menurun," katanya.

Menurut dia, turunnya harga beras disebabkan adanya panen di seluruh wilayah DIY, kemudian lumbung-lumbung padi di Jawa Tengah, seperti Klaten, Sragen, Kebumen, dan Purworejo.

"Saat ini memasuki panen raya padi. Kalau beras impor tidak mempengaruhi permintaan beras lokal. Beras impor hanya mempengaruhi harga di Jakarta," katanya.

Ia berharap pemerintah menstabilkan harga beras di pasaran. Harga gabah di tingkat petani stabil, dan harga beras di tingkat pedagang juga stabil.

"Kami berharap harga beras stabil dan persediaan lancar," katanya.

Hal yang sama diungkapkan pedagang beras Pasar Wates lainnya, Titik Suryaningrum. Sejak satu minggu terakhir, harga beras mengalami penurunan yang drastris.

Penurunan harga beras juga berdampak pada penurunan jumlah permintaan beras. Biasanya, permintaan beras mencapai tiga ton per hari, tapi sekarang turun menjadi dua sampai 2,5 ton per hari.

"Omzet permintaan beras lebih dari 20 persen. Kemungkinan harga beras akan kembali turun," katanya.

Salah satu pedagang eceran beras di Pasar Kokap Wagirin mengatakan dirinya membeli beras satu ton karena ada permintaan dari warga yang sedang hajatan.

"Saya senang harga beras bisa turun," katanya. 

 

(sumber: https://jogja.antaranews.com)