Pemerintah Desa Playen, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, mendorong petani menanam bawang putih karena selama ini tanaman itu belum dikembangkan di daerah ini.

Kepala Desa Playen Surahno di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan selama ini bawang putih jarang dikembangkan petani lain di kabupaten ini.

"Desa Playen akan melakukan inovasi penanaman bawang putih. Kami melihat potensi ini terbuka. Oleh sebab itu saya mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait agar daerah ini bisa dikembangkan sentra penanaman bawang putih," kata Surahno.

Dia mengatakan di Desa Playen memiliki 20.000 hektare lahan pertanian yang tergolong produktif. Lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk tanaman bawang putih dan berbagai jenis sayuran.

"Kami sudah merintis lahan bawang putih sejak beberapa tahun terakhir. Meski hasilnya belum maksimal, kami tetap mendorong petani menanam bawang putih," katanya.

Selain bawang putih, petani Desa Playen menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman hortikultura lainnya. Salah satu indikatornya, banyaknya warga Desa Playen yang berjualan sayuran dan hasil pertanian di Pasar Kecamatan Playen yang merupakan pasar terbesar dalam penjualan sayuran.

Untuk mendukung perkembangan sektor pertanian, maka pemdes mengupayakan program pembangunan bendungan di Sungai Mojosari dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul.

"Pada April 2018 dilakukan pembangunan bendungan senilai Rp260 juta sungai di desa kami, harapannya nantinya bisa menampung air yang digunakan untuk pertanian," katanya.

Selain itu, ia berharap pembangunan bendungan nantinya diharapkan bisa meningkatkan produktifitas masyarakat, dan ujungnya kesejahteraan. Petani diharapkan semakin bervariasi menanam berbagai komoditas pertanian. Hasil pertanian bisa dijual di pasar di Kecamatan Playen yang rencananya akan dipindah sementara ke desa playen.

"Nantinya setelah pasar kecamatan yang sementara dipindah ke Desa Playen selesai. Bekasnya kami berupaya untuk mengembangkan pasar desa. Sehingga petani bisa menjual hasilnya di pasar desa," katanya.

(sumber: https://jogja.antaranews.com)