Yogyakarta (16/04/2019) jogjaprov.go.id – Di hari kedua Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY (TPID DIY) melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok stratetgis ke Pasar Tradisional di Wates Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan yang dimaksudkan guna memperoleh data mengenai harga dan kondisi ketersediaan stok komoditi di hari kedua pada selasa (16/04) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Pengelolaan Pengendalian Stabilitas Perekonomian Daerah Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Agnes Dhiany Indriasari, S.E, M.M.

Tim yang beranggotakan beberapa Organisasi Perangkat Daerah DIY, Perwakilan BI, Balai Besar POM dan Satgas Pangan langsung menelusuri pasar tradisional Wates menemui para pedagang. Ada 36 komoditas yang disasar oleh tim. Dan dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat kenaikan harga yang cukup signifikan, kecuali bawang putih Kating dari harga 45 ribu di minggu lalu menjadi 50 ribu per kilonya siang tadi.

Namun kebanyakan dari komoditas yang dipantau kenaikannya berkisar antara 500 rupiah hingga 2000 rupiah, seperti : bawang merah, cabai merah keriting, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, telur ayam broiller, gulal pasir putih, daging ayam potong, daging ayam kampung dan tepung terigu.

Adapun dari sisi keamanan pangan, Balai Besar POM sudah tidak menemukan lagi penggunaan pewarna kain yang digunakan pada kerupuk yang beredar. Di pasar Wates ini juga ditemukan pula bleng yang mengandung formalin untuk pengenyal dan pengawet  makanan. (teb)

jogjaprov.go.id