Yogyakarta (23/04/2019) jogjaprov.go.id – Saat ini bahan pangan di DIY semakin aman. Penggunaan bahan berbahaya semakin menurun. Hal ini disampaikan oleh Asisten Perkonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Drs. Tri Saktiyana, M.Si saat melakukan press conference pada (23/04) di ruang media center Bale Woro, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Pada kesempatan ini Drs. Tri Saktiyana, M.Si menyampaikan, hasil Pantauan Harga Dan Ketersediaan Stok Bahan Pangan Pokok Di Kabupaten/Kota, terkait dengan persiapan DIY menjelang bulan ramadhan 2019 bersama dengan perwakilan BPOM DIY, BI, PERTAMINA, BULOG, SATGAS Pangan Polda DIY dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Pada tanggal 15, 16, 18 dan 22 April 2019 TPID DIY beserta TPID Kabupaten/Kota melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional di lima Kabupaten DIY. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi ketersediaaan stok dan pergerakan harga kebutuhan bahan pangan pokok di DIY.

Tri Saktiyana menyampaikan adapun pasar yang dikunjungi adalah Pasar Argosari Kabupaten Gunung Kidul, Pasar Wates Kabupaten Kulonprogo, Pasar Prambanan Kabupaten Sleman, Pasar Beringharjo  Kota Yogyakarta, dan Pasar Niten Kabupaten Bantul.

“ Dari hasil pemantauan pasar-pasar di lima kabupaten yang ada di DIY, harga-harga cukup terkendali, kecuali bawang putih yang harganya naik tapi masih dalam batas ambang kewajaran,” ungkap Tri.

Dalam kesempatan itu Tri juga menjelaskan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan selama pemantauan antara lain, Cabai Rawit Merah (44,16%); Bawang Putih Sincau (8,95%); Bawang Putih Kating (5,76%); Bawang Merah Kecil (4,82%); dan Cabai Merah Keriting (4,29%). Melonjaknya harga dikarenakan permintaan konsumen yang mengalami peningkatan, sedangkan pasokan masih minim.

Tri menegaskan bahwa, program pengendalian inflansi yang dilakukan TPID DIY tetap mengacu pada prinsip 4K yaitu, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif dan Keterjangkaunan Harga. Juga dari SATGAS Pangan mengedepankan preventif, pre-emtif dan represif yang akan dilakukan untuk menghimbau pelaku usaha agar tidak merugikan masyarakat.

Tri menyampaikan bahwa, dari hasil pemantauan pasar-pasar di lima Kabupaten/Kota DIY harga dan ketersediaan bahan pangan pokok relatif stabil serta siap menghadapi bulan ramadhan 2019. Upaya yang dilakukan yakni bekerja sama dengan luar daerah untuk mengirimkan bahan pangan pokok.

Sementara itu Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Rustyawati menyampaikan,  jika memang masih ditemukan bahan berbahaya pada makanan, namun temuan ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun bahan berbahaya yang ditemukan pada makanan yaitu teri medan, cumi kering, ikan asin berbahan dasar cumi, dan kerupuk. Juga BPOM bekerjasama dengan pengelola pasar untuk terus mengedukasi pelaku usaha agar tidak menggunakan bahan berbahaya lagi.

“ Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri, tentu kami menghimbau untuk tidak mengkonsumsi produk yang memang mengandung bahan berbahaya, kan masih ada alternatif yang lain, dan bisa menentukan sendiri kebutuhan mana yang diperlukan atau tidak ,” ungkap Rustyawati.(*/ph)

HUMAS DIY

jogjaprov.go.id