Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjamin ketersediaan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri 1434 Hijriah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkannya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) DIY, Riyadi Ida Bagus di Kulon Progo, Senin, mengatakan kondisi kenaikan harga saat ini disebabkan oleh permintaan akan kebutuhan pokok tinggi menyusul banyaknya kegiatan menjelang puasa dan Lebaran.

Kenaikan harga tersebut juga didorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu.

"Tapi kami menjamin, persedian kebutuhan pokok di DIY cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Riyadi saat membuka Pasar Murah dan Pasar Sore Ramadhan di Pasar Sentolo Baru, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Selain permintaan meningkat dan akibat kenaikan BBM, kata Riyadi, kenaikan harga kebutuhan pokok juga disebabkan oleh anomali cuaca yang menyebabkan panen mundur dan hasil panen menjadi busuk seperti cabai dan bawang merah.

"Anomali cuaca menyebabkan tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang merah cepat membusuk sebelum di panen dan terkana hama. Seperti bawang merah, DIY memiliki sentra tanaman ini di Kabupaten Bantul, tetapi panennya mundur sehingga mendorong kenaikan harga," kata dia.

Riyadi mengatakan tingginya harga cabai di DIY ini juga berpengaruh pada tingkat inflasi yang menyebabkan daya beli masyarakat turun.

"Masa harga cabai, harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga daging ayam. Ini tidak masuk akal. Kalau ini dibiarkan, maka daya beli masyarakat akan turun," kata dia.

Berdasarkan survei tim pemantau harga kebutuhan pokok di DIY, kata Riyadi, harga komoditas yang menjadi sorotan seperti cabai, bawang merah, telur dan daging sapi ada penurunan meski tidak terlalu signifikan.

Seperti harga telur dari Rp22 ribu turun menjadi Rp20 ribu per kg, bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kg dan cabai rawit merah dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kg.

Sementara harga daging sapi di DIY selama sembilan berturut-turut stabil pada kisarn Rp90 ribu per kg.

"Kami berharap ada unsur keadilan, dalam artian harga tidak terlalu tinggi supaya masyarakat dapat membeli. Tapi saya juga berharap dan menginginkan harga tidak terlalu rendah," kata dia.

(Sumber: http://jogja.antaranews.com)