Harga Rata-Rata Komoditas Daerah Istimewa Yogyakarta 2 Desember 2016

    Cari Harga Komoditas

      

    BANTUL (KRjogja.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY melaporkan  Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,61 persen pada Oktober 2013. Inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan harga-harga yang menyebabkan berubahnya angka indeks harga konsumen. Karena itu,  laju inflasi tahun kalender 2013 pada Oktober 2013 terhadap Desember 2012 sebesar 6,93 persen. Sedangkan laju inflasi year on year Oktober 2013 terhadap Oktober 2012 sebesar 7,85 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS DIY, Wien Kusdiatmono, Jumat (01/112/2013). Wien menjelaskan potensi terjadinya kenaikan harga beberapa komoditi di pasaran pada Oktober ini sangat mungkin terjadi karena musim kemarau cukup panjang yang berujung pada hasil panen yang tidak maksimal. Pada gilirannya hal ini menyebabkan pasokan kebutuhan pokok bahan makanan terganggu, di sisi lainnya permintaan tetap sehingga harga naik, hal inilah yang mendorong terjadinya inflasi. "Dari hasil pantauan harga terlihat selama Oktober 2013 Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan angka indeks 145,12 relatif lebih tinggi dibandingkan dengan angka indeks September 2013 mencapai 114,24," tutur Wien. Wien mengatakan komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil terjadi inflasi diantaranya angkutan udara naik 14,75 persen dengan andil 0,16 persen, cabai merah naik 45,11 persen dengan andil 0,09 persen, tukang bukan mandor dan sate naik masing-masing 2,04 persen dan 6,58 persen dengan andil 0,07 persen dan lain-lain. "Enam kelompok kelompok pengeluaran yang naik yaitu bahan makanan naik 0,15 persen, makana jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 1,34 persen, perumahan, air listrik, gas dan bahan bakai naik 0,39 persen, kesehatan naik 0,11 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,18 persen dan tranportasi, komunikasi serta jasa keuangan naik 1,31 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang turun hanya sandang sebesar 0,33 persen," paparnya. Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinta pada Oktober 2013, 39 kota mengalami inflasi dan 27 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,25 persen, kemudian diikuti Kota Dumai dengan laju inflasi 1,17 persen. Inflasi terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Ambon sebesar 3,82 persen, kemudian diikuti Kota Sorong sebesar 2,68 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Watampone sebesaer 0,02 persen kemudian diikuti Kota Jakarta sebesar 0,03 persen. (*-24)
    Sumber : http://krjogja.com/read/192266/oktober-2013-kota-yogya-alami-inflasi-061-persen.kr